Menghayal


Sabda Nabi SAW:
"Aku khawatir 2 hal menimpa kalian:
  1. Panjang angan-angan, dan
  2. Mengikuti hawa nafsu.
Sesungguhnya angan-angan yang panjang bisa melupakan akherat, dan mengikuti hawa nafsu bisa menghalangi kebenaran".

Sabda Nabi SAW:
"Aku menjamin 3 orang dengan 3 perkara; orang yang menekuni duniawi akan rakus terhadapnya dan orang yang kikir terhadapnya akan ada 3 hal:
  1. Fakir dan tidak pernah kaya.
  2. Selalu sibuk mengurusinya, dan
  3. Kesusahan yang tiada rasa gembira didalamnya.
Hadits melalui Abu Darda' RA, dia amat dekat dengan penduduk Hamah, ia berkata:
"Apakah kamu tidak malu membangun apa yang kamu tempati! Melamunkan apa yang tidak kau dapati! Dan mengumpulkan sesuatu yang tidak kamu makan! Sesungguhnya orang sebelum kamu telah membangun kuat, mengumpulkan banyak harta dan menghayal terlalu jauh; namun semua tempat bangunannya menjadi kuburan, lamunannya jadi tipuan dan harta yang dikumpulkan adalah kehancuran".
Ali bin Abi Thalib RA berkata kepada Umar bin Khattab:
"Manakala kamu ingin bertemu dengan 2 sahabatmu (Nabi SAW dan Abu Bakar RA), tambal bajumu dan jahit sandalmu, sederhanakan keinginanmu dan makanlah dibawah ukuran kenyang".

Nabi Adam AS berwasiat kepada putranya Nabi Syits dengan 5 perkara, dan kelak berwasiat juga terhadap anak cucunya setelah ia mati.
  1. Ia berkata kepada Syits: Katakanlah kepada anak cucumu: janganlah kalian merasa tentram dengan surga yang kekal, namun Allah telah mengeluarkan aku.
  2. Katakan pada mereka agar jangan bersikap mengikuti kesenangan wanita, sebab aku pernah bersikap menuruti istriku dengan makan buah khuldi, namun yang kudapat hanya penyesalan.
  3. Katakan pada mereka; setiap perbuatan yang hendak dikerjakan fikir dulu akibatnya, karena andai aku memikirkan akibatnya, pasti yang menimpaku sekarang tidak akan terjadi.
  4. Katakan pada mereka; bilamana hatimu goncang menghadapi sesuatu, jauhilah sesuatu itu, sebab ketika aku makan buah khuldi hatiku terguncang hebat, akhirnya aku menyesal.
  5. Bermusyawarahlah bila memutuskan perkara, sebab dulu andaikan aku bermusyawarah dengan para malaikat pasti tidak akan terjadi apa yang menimpaku.
Imam Mujahid berkata:
Abdullah bin Umar RA berkata padaku:
"Bilamana kamu di pagi hari janganlah kau ceritakan diri di sore hari. Bila memasuki sore hari jangan ceritakan dirimu saat di pagi hari. Ambillah suatu dari hidupmu sebelum kau mati, dari sehatmu sebelum sakit; sebab kamu tidak tahu apa yang terjadi besok pagi".
Sabda Nabi SAW terhadap para sahabatnya:
"Apakah kalian menginginkan surga?"
Mereka menjawab:
"Ya".
Beliau SAW bersabda:
"Sederhanakan angan-angan kalian dan malulah dengan sepenuh-penuhnya malu".
Mereka berkata:
"Kami selalu malu kepada Allah SWT".
Sabda Nabi SAW:
"Bukan itu yang disebut malu, melainkan malu ialah ingat kuburan dan mati, bencana, menjaga perut dan isinya, kepala dan anggota badannya".
Orang yang menghendaki kebaikan akherat akan meninggalkan indahnya dunia. Inilah tempat orang yang bersikap malu dengan sepenuh-penuhnya malu terhadap Allah. Lantaran itu seorang hamba akan memperoleh kasih sayang-Nya.

Nabi SAW bersabda:
"Awal ketentraman (shaleh) generasi awal ialah mereka mengasingkan dari dunia dan yakin. Dan biasanya generasi kemudian ialah diakibatkan oleh bakhil dan panjang angan-angan".

Diriwayatkan melalui Ummil Mundzir RA, sesungguhnya ia menceritakan bahwa Nabi SAW mendekati orang-orang pada sore hari, beliau bersabda:
"Hai manusia, apakah kamu tidak malu kepada Allah".
Mereka bertanya:
"Maksudnya bagaimana, Ya Rasul".
Sabda Nabi SAW:
"Ialah kamu mengumpulkan apa yang tidak kalian makan, mengangan-angankan yang tidak mengkin terjadi dan membangun apa yang sudah engkau tempati".

Dari Abi Sa'id Al Khudri RA, katanya:
Usamah bin Zaid membeli budak walidah dari Zaid bin Tsabit RA dengan harga 100 dinar dengan tempo pembayaran sebulan. Lalu aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Apakah kamu tidak heran melihat Usamah yang membeli dengan tempo sebulan. Usamah sudah memperpanjang angan-angannya. Demi Tuhan Yang Jiwaku berada dalam Kekuasaan-Nya, tak pernah kedua mataku memandang, kecuali aku selalu berfikir bahwa keduanya tidak akan pernah bertemu sampai Allah mencabut nyawaku. Tak pernah aku mengangkat pandanganku sampai aku berfikir bahwa sesungguhnya aku akan meletakkan sampai nyawaku dicabut. Aku tidak pernah menelan sesuap makananpun kecuali aku berfikir, bahwa tidak akan menelannya sampai aku tercekik mati lantaran makanan itu".
Kemudian beliau SAW bersabda:
"Wahai anak cucu Adam, kalau kamu bisa berfikir, perhitungkan dirimu diantara orang-orang mati. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam Kekuasaan-Nya, sesungguhnya semua yang dijanjikan padamu pasti akan terjadi dan kamu tidak mampu menundanya".


Melalui Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW keluar menuangkan air, kemudian beliau mengusap dengan debu dan aku berkata pada beliau:
"Wahai Nabi, itu air sangat dekat".
Namun beliau SAW bersabda:
"Apa yang membuat aku tahu mungkin aku tidak menemukannya".


Diriwayatkan:
Sesungguhnya Nabi SAW mengambil 3 kayu. Beliau SAW menancapkan dihadapannya dan satunya disampingnya, dan kayu yang ketiga dijauhkan. Beliau SAW bersabda:
"Kamu mengerti apa ini".
Mereka menjawab:
"Allah dan utusan-Nya lebih mengerti".
Kemudian beliau SAW bersabda:
"Yang ini manusia, ini ajalnya, dan yang ini angan-angannya. Semua anak cucu Adam pasti menghadapinya, yakni ajal, dan bukan angan-angan".


Diceritakan:
Ketika Nabi Isa duduk-duduk, ada seorang tua tengah bekerja mencangkul tanah. Dia berkata:
"Ya Allah, angkatlah angan-angan dari otaknya".
Kemudian orang tua tersebut meletakkan cangkul dan tidur. Ia berdiam sebentar, kemudian Isa berkata lagi:
"Ya Allah, kembalikan angan-angannya".
Lelaki itu berkata:
"Saat aku bekerja hatiku berkata pada diriku sendiri; Sampai kapan kamu bekerja! Padahal kamu orang yang sudah renta".
Maka aku melemparkan cangkul dan langsung tidur. Dan hatiku berkata lagi:
"Demi Allah! Kamu harus bekerja selama kamu masih hidup".
Aku pun berdiri dan mencangkul lagi.

Bantu Klik Iklan Dibawah Ya, Terima Kasih atas Bantuannya
Tag : kisah islami
1 Komentar untuk "Menghayal"

maff pak boleh tanya... bagaimana jika menghyal ter lalu.. ato yg sukar terjadi.. ato berhayal berlebihan...

Silahkan Beri Komentar Pada Setiap Postingan Disini Karena Komentar Anda Sangat Berarti Demi Kepentingan Bersama dan Blog ini Tapi Alangkah Baik dan Indahnya Jika Berkomentar Dengan Adab dan Sopan Santun. Jika artikel ini bermanfaat, mohon bantu di share ya dan tolong bantu klik iklannya.

"Please, Don't SPAM"

Back To Top