Sunday, February 24, 2013

Kisah Thalut dan Jalut




Kisah ini terjadi sesudah zaman Nabi Musa dimana Bani Israil telah meminta kepada Nabi mereka yaitu Nabi Samuel AS untuk mengangkat seorang raja untuk memerangi Jalut yang telah mengusir mereka dari kampungnya. Mereka berkata kepada Nabinya:
"Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (dibawah pimpinannya) di jalan Allah".
Nabi mereka menjawab:
"Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang".
Mereka menjawab:
"Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?'.
Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling kecuali beberapa saja diantara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang orang-orang Dzalim. (QS.Al-Baqarah:246).

Kemudian Nabi Samuel menyatakan bahwa Allah telah mengangkat Thalut, seorang petani dan peternak miskin dari desa menjadi raja mereka dan keputusan itu telah dibangkang sepenuhnya oleh mereka.

Nabi mereka mengatakan kepada mereka:
"Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu".
Mereka menjawab:
"Bagaimana Thalut memerintah kami padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?".
Nabi (mereka) berkata:
"Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa".
Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS.Al-Baqarah:247).

Dan Nabi Mereka mengatakan Kepada Mereka:
"Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepadamu, didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. (QS.Al-Baqarah:248)". Dimana Tabut adalah suatu peti kayu yang berlapiskan emas.

Ketika Thalut membawa bala tentaranya sejumlah 80.000 orang (riwayat lain 300.000 orang) untuk melawan tentara Jalut termasuk didalamnya Nabi Daud AS. Thalut berkata:
"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa diantara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa yang tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. (QS.Al-Baqarah:249)".

Maka tibalah mereka pada sebuah sungai antara Urdus (Jordan) dan Palestin, nafsu mereka mengalahkan segalanya. Banyak dari tentara Thalut melanggar perintah tersebut dengan meminum air sepuas-puasnya pada sungai tersebut. Dan tentara Thalut menyusut menjadi 319 orang (riwayat lain 313 orang) yang tetap taat terhadap perintah Thalut dengan minum secukupnya.

Setelah itu meneruskan perjalanan, Thalut dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka yang tidak taat berkata:
"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya. (QS.Al-Baqarah:249)".

Namun bagi mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah pula berkata:
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.Al-Baqarah:249)".

Maka, semakin berkuranglah tentara Thalut yang terus berjuang. Mereka berhasil melewati ujian-ujian Allah. Mereka sangat kuat dan bersemangat. Mereka tidak seperti orang-orang yang luntur iman mereka yang keluar sebelum sempat berhadapan dengan bala tentara Jalut.

Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdo'a:
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. (QS.Al-Baqarah:250)".

Meskipun dengan jumlah tentara yang sedikit, Thalut tetap maju melawan Jalut. Kedua pasukan pun bertemu dan terjadilah perang tanding satu lawan satu. Daud AS juga mendapat giliran. Ia berani melawan Jalut, pemimpin pasukan lawan. Melihat sosok kecil Daud AS, Jalut meremehkannya dengan menggertak:
"Enyahlah kau, aku tidak suka membunuh anak kecil".
Tidak mau kalah, Daud menyahut:
"Aku suka membunuhmu".
Serangan Daud ternyata merepotkan Jalut. Daud mampu mengalahkan, bahkan membunuh Jalut. Dengan demikian, pasukan Thalut memetik kemenangan. Keberhasilan Daud ini menjadi buah bibir di kalangan Bani Israil.

Setelah beberapa tahun berlalu Raja Thalut wafat dan akhirnya Allah memberikan kekuasaan pada Daud menggantikan Thalut dan mengangkat Daud menjadi Nabi.

Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. (QS.Al-Baqarah:251)".
»»  READMORE...

Sunday, May 13, 2012

Kisah Seorang Perampok Jalanan Menjadi Ulama


Dahulu, Fudhail bin Iyadh biasa merampok di jalan seorang diri. Suatu malam ia berniat untuk merampok. Benar, ia bertemu dengan salah satu kafilah yang pulang kemalaman. Diantara sesama pedagang dalam kafilah itu berkata:
"Sebaiknya kita menginap di desa ini saja, karena di depan sana ada seorang perampok, orang biasa dipanggil Al Fudhail".

Seketika itu Fudhail mendengar pembicaraan mereka, maka bergemetarlah ia. Lalu Fudhail berkata:
"Wahai rombongan pedagang, aku inilah yang bernama Fudhail. Silahkan anda semua meneruskan perjalanan. Demi Allah, sejak saat ini aku berniat tidak akan lagi membuat maksiat kepada Allah".
Lalu Fudhail kembali kerumah, urung melaksanakan niat jahatnya.

Menurut riwayat lain, pada malam itu serombongan tamu bermalam dirumah Fudhail. Sementara Fudhail berkata:
"Sekarang kalian aman dari gangguan Fudhail".

Bahkan malam itu Fudhail berkali-kali menemui mereka menghidangkan makanan.
Tiba-tiba Fudhail mendengar seseorang membaca ayat:
"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah. (QS.Al Hadid:16)".

Sumber:
99 Kisah Orang Shaleh, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq.
Cetakan: 5 Shafar 1430/2009.
»»  READMORE...

Monday, March 19, 2012

Siksa Neraka Jahannam


Dikeluarkan oleh Imam Bukhari:
Do'a Nabi SAW yang terbanyak ialah:
"Tuhan kami, berikan kami kebaikan dunia dan kebaikan di akherat, serta jauhkan kami dari siksa neraka".


Riwayat Imam Abu Ya'la RA bahwa Nabi SAW bersabda saat berkhutbah:
"Janganlah kalian melupakan 2 hal besar,

  1. Surga, dan
  2. Neraka.
Kemudian beliau SAW menangis sampai air matanya membasahi jenggot, lalu beliau SAW bersabda lagi:
"Demi Tuhan yang jiwaku dalam Kekuasaan-Nya, andaikan kalian mengetahui apa yang kuketahui mengenai akherat, kamu pasti berjalan di tanah yang luas sambil mengotori kepalanya dengan debu".


Imam Thabrani meriwayatkan dalam Kitab Ausath-nya:
Jibril datang kepada Muhammad pada saat yang tidak seperti biasanya. Rasulullah SAW pun berdiri dan bersabda:
"Hai Jibril, mengapa aku melihat kamu berubah warna".
Jibril menjawab:
"Aku tidak datang kepadamu, sampai Allah memerintahkan meniup-niup api neraka".
Nabi SAW bersabda:
"Hai Jibril, terangkan padaku tentang sifat-sifat neraka Jahannam".
Jawab Jibril:
"Sesungguhnya Allah memerintah Jahannam, kemudian dinyalakan selama 1000 tahun sampai apinya memutih. Lalu DIA memerintah lagi dinyalakan 1000 tahun sampai menjadi merah, kemudian memerintah 1000 tahun lagi sampai apinya berwarna hitam. Jadi warna apinya hitam, gelap, percikan apinya sampai tidak bercahaya serta jilatan lidah apinya tidak pernah padam. Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan benar, andaikan malaikat penjaga Jahannam muncul di dunia, pasti semua penduduk bumi akan mati disebabkan buruk wajahnya dan busuk baunya. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar, andaikan 1 mata rantai dari rantai penghuni neraka yang diturunkan Allah dalam Kitab-Nya diletakkan diatas gunung dunia, tentu tidak akan tersisa bumi bagian paling bawah pun".
Sabda Nabi SAW:
"Sudahlah Jibril, ini cukup bagiku, jangan sampai hatiku pecah dan aku mati".


Kata perawi:
Kemudian Nabi SAW melihat Jibril menangis, kemudian beliau SAW bersabda:
"Engkau menangis hai Jibril, padahal engkau disisi Allah berada dalam kedudukan yang sekarang engkau sudah meraihnya".
Kata Jibril:
"Kenapa aku tidak menangis, aku harus lebih menangis. Mungkin aku menurut pengetahuan Tuhan dalam suatu keadaan, bukan keadaan yang aku jalani ini. Dan aku tidak tahu, mungkin bisa saja aku dicoba seperti cobaan terhadap iblis, padahal dia pun asalnya malaikat. Bukan tidak mungkin aku juga dicoba seperti yang dicobakan terhadap Harut dan Marut".
Kemudian Rasulullah dan malaikat Jibril sama-sama menangis.


Beliau SAW melewati sekelompok kaum Anshar yang sedang bermain dan tertawa-tawa. Beliau SAW bersabda:
"Adakah kamu bisa tertawa! Sedang di belakangmu menanti Jahannam! Andaikan kamu mengetahui apa yang kuketahui, kamu pasti sedikit tertawa dan banyak menangis, kamu tidak akan merasa lezat ketika makan dan minum, dan kamu akan keluar ke padang luas merendahkan diri dihadapan Allah 'Azza Wa Jalla".


Ada seruan:
"Hai Muhammad, janganlah kamu membuat putus asanya hamba-hambaKU. Sesungguhnya AKU mengutusmu tidak sebagai orang yang menyulitkan".
Lalu beliau SAW bersabda:
"Luruskan perbuatan kalian dan berbuatlah yang sedang-sedang saja".


Diriwayatkan:
Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril:
"Mengapa aku tidak melihat malaikat Mikail tertawa".
Jawab Jibril:
"Mikail tidak tertawa sejak neraka diciptakan".

Riwayat Ibnu Majah dan Imam Hakim dengan sanad shaheh:
"Sesungguhnya apimu (api dunia) 1 bagian dari 70 bagian api Jahannam. Andaikan ia tidak dipadamkan 2X air, kamu tidak akan bisa mengambil manfaat api".

Riwayat Imam Baihaqi:
Sesungguhnya Umar RA pernah membaca ayat:
"Acapkali kulit mereka matang (hancur), Kami akan ganti kulit mereka dengan kulit lain, agar mereka merasakan siksaan,,, (QS.4 An Nisa:56)".
Katanya:
"Hai Ka'ab, terangkan padaku apa tafsirannya; kalau kamu benar, aku pasti membenarkanmu. dan kalau kamu bohong pasti aku menolakmu".
Ka'ab pun menafsirkan:
"Sesungguhnya kulit anak cucu Adam dibakar dan diperbaruhi -- di neraka-- dalam 1 jam atau dalam sehari sebanyak 6000X".
Kata Umar RA:
"Engkau benar".

Dari Imam Baihaqi:
Sesungguhnya Hasan Al Basri mengomentari ayat ini:
"Api neraka melahap mereka setiap hari 70X".
Setiap api memakan mereka, dikatakan pada mereka:
"Kembalilah seperti semula".
Mereka pun kembali seperti kulit semula.

Riwayat Imam Ibnu Majah:
"Tangisan penghuni neraka dilepaskan, mereka pun menangis sampai air matanya kering. Kemudian menangis sampai mengeluarkan darah, sampai-sampai wajahnya terbentuk seperti parit-parit, dan andai perahu dilepaskan disitu tentu bisa berlayar".

Imam Abu Ya'la berkata:
"Hai manusia, menangislah kalian. Andai kamu tidak bisa menangis, berusahalah untuk menangis. Semua penghuni neraka menangis sampai air mata mereka mengalir seperti parit melekat di wajah. Air matanya sampai kering kemudian diganti darah yang mengalir sampai melukai matanya".
»»  READMORE...

Sunday, March 18, 2012

Masalah Jenazah dan Alam Kubur


Ketahuilah bahwa jenazah atau mayit merupakan peringatan bagi orang-orang yang memiliki mata hati. Bukan peringatan terhadap orang yang lupa (akan kehidupan di akherat), sebab peringatan itu akan menambah keimanan mereka, kecuali hati mereka semakin keras saja. Fikiran mereka hanya tertuju pada jenazah itu, bukan menghayati bahwa kelak dirinya juga akan dipikul seperti dia. Mereka juga tidak berfikir bahwa orang yang diusung dalam keranda juga pernah berfikir seperti mereka juga. Dugaan mereka tidak pernah mengena, bahkan dalam waktu dekat atau luas ia pun akan seperti itu.


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
Sesungguhnya dia melihat jenazah selalu berkata:
"Pergilah, dan kami pun akan menyusul".


Makbul Ad Damsyik bila melihat jenazah berkata:
"Pergilah, dan suatu saat kami pun akan pergi menyusul".
Ini merupakan nasehat yang artinya sangat dalam. Usaid bin Hudhair RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat jenazah dan berbicara dengan diriku sendiri, kecuali membicarakan yang diperbuat oleh jenazah dan bagaimana nasibnya dia".


Ketika saudaranya Malik bin Dinar meninggal dunia. Malik ikut mengantarkan jenazahnya sambil menangis, dan berkata:
"Demi Allah, mataku tidak akan gembira sampai aku mengetahui bagaimana kamu akhirnya, namun tidak akan mengetahui selama aku masih hidup".


Al A'masy berkata:
"Aku pernah mendatangi jenazah dan aku tidak tahu siapa yang aku kunjungi, sebab mereka amat sedih".
Kata Tsabit Al Bunnani:
"Kami telah mendatangi jenazah, dan kami tidak melihat kecuali semua orang menutup wajahnya sambil menangis".


Demikianlah takutnya hati akan kematian. Namun sekarang kita melihat sekelompok manusia yang mendatangi jenazah, tidak ada pada mereka kecuali selalu tertawa dan menganggap bermain-main saja. Mereka tertawa dan tidak membicarakan kecuali masalah warisan. Seorang pun diantara mereka tidak berfikir, jenazah ini akan dikemanakan oleh Allah dan bagaimana keadaannya ketika diatas keranda mayat. Kelengahan seperti ini tidak ada sebabnya, kecuali kerasnya hati karena banyak dosa dan maksiat sampai kita lupa kepada Allah SWT. Maka masuklah kita pada golongan yang suka bermain, lengah dan menyibukkan diri akan sesuatu yang tidak berguna bagi kita. Maka kita mohon kepada Allah agar sadar dari kelengahan ini.


Sopan santun menghadiri jenazah ialah tafakkur (merenungi; berfikir), sadar diri, mempersiapkan diri dan berjalan didepannya dalam keadaan merendahkan diri, sebagaimana kami menerangkan adab dan kesunnahannya dalam Kitab-Kitab Fiqih.


Diantara adatnya lagi:
"Berbaik sangka terhadap mayit sekalipun dia ahli dosa dan berburuk sangka terhadap diri sendiri sekalipun (secara lahir) adalah kebajikan, sebab detik-detik kematian seorang pun tidak ada yang mengetahui kenyataannya.


Pengalaman Umar bin Dzar RA meriwayatkan:
Ketika tetangganya meninggal dunia, dimana orang itu terkenal perbuatannya melampaui batas. Semua orang menjauhinya, namun Umar bahkan menghampiri dan menshalati. Ketika mayat sudah dikubur, Umar RA berdiri diatasnya dan berkata:
"Semoga Allah memberikan Rahmat padamu, hai si Fulan. Sungguh kamu telah mengisi umurmu dengan Tauhid dan mengotori wajahmu dengan debu sujud. Andaikan mereka mengatakan 'Kamu berdosa', lalu siapa diantara kita yang tidak pernah berdosa dan bersalah".


Al Kisah:
Ada pria Basrah yang sangat jahat dan meninggal dunia. Istrinya tidak melihat ada seorang pun yang menolong dan mengantar jenazahnya, sebab para tetangga tidak ada yang mengetahui kecuali kefasikan saja. Kemudian sang istri membayar 2 orang untuk memikul jenazahnya ke Mushollah. Seorang pun tidak ada yang menshalati, kemudian si istri membawanya ke padang luas untuk dikebumikan. Di tempat itu ada orang zuhud yang tinggal di gunung --ia termasuk diantara ahli zuhud yang besar-- dan si wanita melihat seakan si zuhud menunggu kedatangan jenazah suaminya. Maka tersebarlah berita bahwa si zuhud turun gunung untuk menshalati si Fulan.


Para penduduk keluar dan ikut menshalati, (setelah shalat) orang-orang heran, mengapa si zuhud menshalati dia! Si Zuhud pun berkata:
"Aku mendengar dalam mimpiku; Turunlah ke si Fulan, disana ada jenazah yang tidak seorang pun menyertai kecuali istrinya. Maka shalatkanlah, sebab ia telah diampuni".
Mereka semakin heran, si zuhud memanggil sang istri jenazah dan menanyakan prilaku jenazah semasa hidup. Istrinya menjawab:
"Sebagaimana orang-orang mengerti bahwa ia sehari-harinya berbuat dosa dan sibuk bermabuk-mabukkan".
Kata si zuhud:
"Teliti kembali, apakah kamu pernah melihat sesuatu akan kebaikan-kebaikannya".
Katanya:
"Ya, yakni 3 hal:

  1. Bila ia sadar dari mabuknya ketika waktu shubuh, ia mengganti pakaiannya, berwudhu, dan ikut berjama'ah shubuh. Setelah ia kembali dan sibuk dengan kefasikannya.
  2. Dirumahnya tidak pernah sepi dari 1 atau 2 anak yatim. Dan kebaikan terhadap anak yatim melebihi kebaikannya terhadap anaknya sendiri. Ia selalu mencari anak yatim kalau tidak menemukan anak yatim.
  3. Ia pernah sadar dari mabuknya ketika malam hari, ia menangis dan berkata: 'Ya Tuhanku, letak neraka Jahannam manakah yang Engkau kehendaki untuk meletakkan orang terkutuk ini'.
Orang terkutuk, maksudnya dirinya sendiri. Si zuhud pergi, dan ia tidak heran mengenai perintah dalam mimpimya.


Kata Ad Dhahhak ada seorang pria berkata:
"Ya Rasul, siapakah orang paling zuhud diantara manusia".
Sabda Nabi SAW:
"Orang yang tidak lupa akan kematian dan kehancuran, meninggalkan lebihnya perhiasan dunia dan mengutamakan yang abadi daripada yang hancur, dan bila pagi tiba tidak menghitung hari-harinya, melainkan menghitung dirinya sebagai calon penghuni kuburan".


Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya kuburan merupakan awal dari alam akherat. Kalau penghuninya selamat di alam kubur, maka sesudah itu baginya amat mudah. Dan kalau tidak selamat, maka sesudahnya akan lebih berat".

Imam Mujahid berkata:
Pertama kali yang mengajak bicara anak cucu Adam ialah liang kuburnya. Kuburan berkata:
"Aku adalah rumah ulat, rumah kesepian, rumah pengasingan dan rumah kegelapan; lalu apa yang kau sediakan untukku".
»»  READMORE...

Keutamaan Menjamu Orang Fakir


Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Janganlah kamu membenai para tamu, kemudian kamu membenci dia. Barangsiapa yang membuat benci para tamu, maka ia sungguh membuat benci Allah. Dan barangsiapa yang membuat benci Allah, maka Allah akan membencinya".
Nabi SAW bersabda:
"Tidak ada kebajikan bagi orang yang tidak menjamu (menyuguhi) para tamu".


Abu Rafi' yang dimerdekakan berkata bahwa ada seorang pria bertamu kepada Nabi SAW dan beliau SAW berkata:
"Katakanlah disisiku, dan hendaklah ia menghutangi sedikit tepung dengan masa sampai Rajab".
Yahudi itu berkata:
"Demi Allah, aku tidak akan menghutanginya kecuali dengan jaminan".
Kemudian aku mengkabarkan kepada beliau SAW, beliau SAW langsung bersabda:
"Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang benar-benar terpercaya di langit dan di bumi. Dan andaikan dia memberiku hutang, aku pasti membayarnya. Pergilah dan bawalah rompiku, dan gadaikan untuk dia".


Al Kisah:
Ibrahim kekasih Allah; bila ia mau makan, ia keluar sejauh 1 mil atau 2 mil untuk mencari orang yang bisa diajak makan bersamanya. Ia memperoleh julukan Abudl-Dloifan (bapaknya tamu) disebabkan kesungguhannya menjamu tamu. Dan ketenaran menjamu tamu terasa sampai sekarang. Ia tidak pernah semalam pun kecuali makan bersama 1 orang, 1 golongan, 3 sampai 10 orang, bahkan 100 orang. Para pengurusnya sampai berkata:
"Sungguh semalam pun tidak pernah sepi dari tamu".


Nabi SAW pernah ditanya:
"Apa yang disebut iman".
Nabi SAW bersabda:
"Memberi makan dan salam".


Nabi SAW menerangkan kafarat dan derajat memberi makan dan shalat di malam hari ketika para orang tidur pulas. Beliau SAW ditanya mengenai haji mabrur, sabdanya:
"Memberi makan dan bagus dalam berbicara".
Annas RA berkata:
"Setiap rumah yang tidak dimasuki tamu, tidak pula malaikat memasukinya".


Hadits-hadits mengenai keutamaan menjamu tamu amat banyak sekali. Indahnya kata orang:
"Mengapa aku tidak suka terhadap tamu dan tidak puas terhadap orang yang mencintai tamu. Tamu dihadapanku adalah pembawa rizki, dan karenanya ia bersyukur kepadaku".


Kata seorang Hukama:
"Tidak sempurna perbuatan seseorang kecuali disertai manisnya wajah, indah kata-katanya dan kelembutan bertamu".


Sebaiknya orang yang mengundang (ketika punya hajat atau yang lain) tidak mengutamakan orang-orang fasik, namun mengutamakan undangan terhadap orang-orang bertaqwa. Nabi SAW bersabda:
"Semoga makananmu yang bagus-bagus berada dalam do'anya orang-orang bertaqwa terhadap sebagian orang yang dido'akan".


Nabi SAW bersabda:
"Janganlah engkau makan kecuali bersama orang-orang bertaqwa, dan janganlah engkau berikan makananmu kecuali kepada orang-orang bertaqwa. Hendaklah engkau lebih mengutamakan orang fakir daripada orang-orang kaya".


Nabi SAW bersabda:
"Sejelek-jelek makanan ialah makanan walimah yang mengutamakan undangan orang kaya, bukan mengundang orang fakir".
Sebaiknya ia tidak mengabaikan kerabatnya, sebab dengan mengabaikan mereka sama dengan membuat resah dan memutuskan hubungan silaturrahmi. Pandanglah para teman dan kenalan, jangan mengistimewakan sebagian mereka, sebab membuat hati mereka kecewa. Dalam undangan itu seharusnya tidak terlalu berbangga dan istimewa, namun yang baik ialah membuat hati mereka senang dan mengikuti sunnah Nabi SAW yang selalu membuat hati gembira orang-orang mukmin. Janganlah mengundang orang yang berat untuk terpaksa hadir. Bagaimanapun ia akan merasa terganggu diantara sekian para hadirin dikarenakan adanya sebab diantara beberapa sebab.


Janganlah mengundang kecuali orang yang sering memenuhi undangan. Kata Sufyan:
"Barangsiapa yang mengundang pada suatu jamuan, dimana ia benci oleh para undangan lainnya, maka ia memperoleh 1 kesalahan karena ia sama dengan mendorong orang itu untuk makan dalam keadaan benci".


Seorang pria tukang jahit berkata kepada Ibnu Mubarrok:
"Aku sering menjahit pakaian para sultan, lalu apa yang kamu khawatirkan tentang aku yang termasuk membantu orang-orang dzalim".
Dia menjawab:
"Tidak. Sesungguhnya penolong orang dzalim ialah yang menjual benang dan jarum padamu. Adapun engkau termasuk yang mendzalimi mereka".


Menghadiri undangan hukumnya Sunnah Mu'akkad. Bahkan ada yang mengatakan 'Wajib', dalam beberapa tempat tertentu. Nabi SAW bersabda:
"Andaikan aku diundang untuk makan kaki binatang tentu aku memenuhinya, dan andai aku dihadiahi sebuah tangan (sampil; jawa) pasti aku menerimanya".

Memenuhi undangan ada 5 sopan santun yang pernah diterangkan dalam Kitab Ihya' Ulumuddin, dan beberapa kitab yang lain.
»»  READMORE...

Keutamaan Hari Asyura'


Ibnu Abbas RA bercerita:
Nabi SAW datang ke Madinah, dan beliau SAW menemui orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa Asyura'. Beliau SAW bertanya dan mereka menjawab:
"Sesungguhnya pada hari inilah Allah memenangkan Nabi Musa dan Bani Israil atas raja Fir'aun, maka kami pun berpuasa untuk mengagungkannya. Dan Nabi SAW bersabda:
"Kami adalah orang yang lebih berhak atas Nabi Musa daripada kalian".
Kemudian beliau SAW memerintahkan berpuasa.


Keutamaan hari Asyura' banyak disebutkan dalam Atsar. Diantaranya:
Nabi Adam AS diterima tobatnya pada hari Asyura', Nabi Adam AS diciptakan dan dimasukkan surga pada hari itu, Arsy diciptakan pada hari Asyura', juga Kursi-Nya, langit, matahari, bumi, bulan, dan bintang-bintang. Nabi Ibrahim lahir pada hari itu dan diselamatkan dari api juga di hari itu. Nabi Musa dan kaum diselamatkan dari Fir'aun, dan Fir'aun ditenggelamkan juga hari Asyura', Pada hari itu Nabi Idris diangkat ke langit, Hari itu Nabi Nuh mendarat di Judy, hari itu Nabi Sulaiman diberi kekuasaan besar, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan, penglihatan Nabi Ayyub AS pulih, Nabi Yusuf AS dikeluarkan dari sumur dan Nabi Ayyub AS sembuh dari penyakitnya juga hari itu.


Pertama kali hujan turun dari langit hari Asyura'. Puasa pada hari Asyura' lebih dikenal pada semua umat, sampai-sampai ada yang berpendapat:
"Sesungguhnya dia adalah puasa wajib sebelum Ramadhan".
Namun pendapat ini dihapus.


Nabi Muhammad puasa di hari itu sebelum hijrah, dan ketika memasuki kota Madinah dia memperkuat anjurannya berpuasa. Beliau SAW bersabda pada akhir umurnya:
"Kalau aku bisa hidup pada tahun akan datang, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 (bulan Muharram)".
Namun beliau keburu hijrah ke Rafiiqil A'la (wafat). Dan di tahun itu beliau SAW belum sempat berpuasa kecuali tanggal 10-nya. Namun beliau SAW mencintai puasa di hari itu, tanggal 9 bahkan 11 hari, sabdanya:
"Berpuasalah kalian sebelum dan sesudahnya hari ini, dan kamu berbeda dengan orang-orang Yahudi".
dimana mereka hanya berpuasa tanggal 10 nya saja.


Imam Baihaqi meriwayatkan dalam Kitab Syu'bul Iman (Cabangnya Iman):
"Barangsiapa yang memberikan keleluasaan kepada keluarga dan istrinya pada hari Asyura', maka Allah akan meluaskan sisa waktu setahun".


Dalam riwayat Imam Thabrani yang munkar:
"Sedekah 1 dirham di hari Asyura' sama dengan bersedekah 700.000 dirham".


Adapun hadits yang menerangkan:
"Barangsiapa yang memakai celak mata pada hari Asyura', maka tidak akan sakit mata dalam setahun".
Namun Imam Hakim meriwayatkan bahwa celak mata pada hari Asyura' adalah bid'ah. Kata Imam Ibnu Qayyim mengenai celak mata, memasak biji-bijian, dan memakai minyak wangi adalah perbuatan para pembohong.
»»  READMORE...

Keutamaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha


1.Keutamaan Hari Raya Idul Fitri
Permulaan bulan Syawal dan hari ke-10 bulan Dzulhijjah disebut hari raya, sebab para orang mukmin kembali taat kepada Allah SWT, dimana mereka mengerjakan 2 kewajiban:

  1. Puasa Ramadhan, dan
  2. Ibadah haji.
Mereka juga taat kepada Rasulullah SAW dengan mengerjakan puasa 6 hari di bulan syawal dan bersiap-siap berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan hari semacam ini selalu berulang setiap tahunnya.


Melalui Abu Hurairah RA:
"Hiasilah hari rayamu dengan mengucapkan takbir".
Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang mengucapkan 'Subhaanallah wal hamdulillah,,,' pada hari raya sebanyak 300X dan dihadiahkan untuk orang-orang muslim yang sudah mati, maka 1000 macam nur akan masuk ke setiap kuburan, dan kelak Allah akan menjadikan kuburannya dengan 1000 nur pula".


Kata Wahib bin Munabih:
"Sesungguhnya iblis menjerit tepat pada hari raya".
Dan anak buah iblis berkumpul dan bertanya:
"Ya tuanku, apa yang menyebabkan kamu menjerit dan marah".
Jawabnya:
"Sungguh Allah SWT telah mengampuni umat Muhammad di hari ini. Maka kalian harus menyibukkan mereka dengan kenikmatan dan kesenangan nafsu".
Kata Wahib juga:
"Sesungguhnya Allah SWT menciptakan surga pada hari raya idul fitri, memilihkan jibril ketika menurunkan wahyu dan menerima tobatnya para tukang sihir Fir'aun".


Sabda Nabi SAW:
"Barangsiapa yang berdiri beribadah di malam hari raya dengan mencari pahala, maka hatinya tidak akan mati disaat semua hati mati".


Bila datang hari raya idul fitri, Allah mengutus para malaikat, mereka turun dan berdiri di pinggir-pinggir jalan. Mereka menyeru dengan panggilan yang bisa didengar semua makhluk Allah, kecuali jin dan manusia. Kata mereka:
"Hai Umat Muhammad, keluarlah menuju panggilan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dia akan Memberikan Yang Agung dan mengampuni dosa yang besar".


2.Keutamaan Hari Raya Idul Adha
Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
"Tiada hari yang didalamnya ada suatu amal yang paling dicintai Allah kecuali hari-hari ini".
Maksudnya hari ke-10.


Dari Jabir RA bahwa Nabi SAW bersabda:
"Tiada hari yang lebih dicintai Allah dan lebih utama daripada hari ke-10 (bulan Dzulhijjah)".
Ada yang bertanya:
"Apakah keutamaan hari ke-10 semisal keutamaan berjuang di jalan Allah".
Sabda  Nabi SAW:
"Tiada perumpamaan (keutamaan) hari ke-10 dalam berjuang, kecuali seorang lelaki menyembelih kudanya dan mengotori debu wajahnya di jalan Allah".


Dari Aisyah RA:
Ada seorang pemuda yang memiliki ketenaran, bila datang bulan Dzulhijjah, keesokan harinya berpuasa. Sampailah perilaku ini terdengar Rasulullah SAW dan Nabi pun memanggilnya serta bersabda:
"Apa yang membuatmu semangat berpuasa pada hari-hari ini".
Jawabnya:
"Demi bapak dan ibuku sebagai tebusanmu ya Rasul! Sungguh ini adalah hari Masya'ir dan hari haji, dan semoga Allah mengikutkan aku dalam do'a mereka".
Sabda Nabi SAW:
"Sesungguhnya setiap hari yang kamu berpuasa balasannya 100 budak, 100 unta, dan 100 kuda yang dipakai berjuang di jalan Allah. Bila datang hari Tarwiyah, kamu akan memperoleh 2.000 budak, 2.000 unta dan 2.000 kuda yang dipakai berjuang di jalan Allah".


Nabi SAW bersabda:
"Berpuasa di hari Arofah mengimbangi puasa 2 tahun dan berpuasa pada hari Asyura sama dengan puasa setahun".


Ulama ahli tafsir menafsirkan ayat ini:
"Sesungguhnya Kami janjikan kepada Musa 30 malam, lalu Kami Menyempurnakan dengan 10 malam,,, (QS.7 Al A'raf:142)".
Sesungguhnya 10 hari yang dimaksud ialah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Dari Ibnu Mas'ud:
"Sesungguhnya Allah telah memilih hari diantara 4 hari, memilih bulan diantara 4 bulan, memilih wanita diantara 4 wanita, 4 hal mendahului surga dan 4 hal yang membuat surga rindu kepada mereka".


Adapun hari:

  • Hari pertama ialah Jum'at. Disana ada waktu dimana hamba meminta kepada Allah pasti dikabulkan dalam urusan duniawi atau ukhrawi.
  • Hari kedua ialah hari Arofah: bila Arofah datang, Allah membanggakan didepan para malaikatnya:

"Hai malaikat-KU, lihatlah hamba-hambaKu, mereka datang dengan rambut kusut dan lesu. Mereka sungguh telah menginfakkan hartanya sampai melelehkan tubuhnya. Dan saksikanlah, AKU telah mengampuni mereka".

  • Hari Ketiga ialah hari Kurban: Datang hari kurban dan hamba berkurban dengan binatang kurbannya, maka darah yang pertama kali menetes sebagai tebusan penghapus dosa hamba yang berkurban.
  • Hari keempat ialah hari raya Fitri; bila mereka berpuasa di bulan Ramadhan dan keluar menyambut hari raya, maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya:
"Sesungguhnya tiap-tiap orang beramal akan meminta upahnya, dimana hamba-KU telah berpuasa 1 bulan, lalu mereka keluar minta upahnya. Dan saksikanlah bahwa AKU mengampuni mereka".
Lalu malaikat pemanggil berseru:
"Hai Umat Muhammad, kembalilah, sebab kejahatan telah diganti Allah dengan kebaikan-kebaikan".


Adapun mengenai bulan:
Ada 4. Bulan Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan bulan Muharram.


Adapun mengenai wanita:
Ialah Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, mereka para wanita yang paling pertama beriman kepada Allah dan Utusan-Nya. Kemudian Asiyah binti Muzahim istri Fir'aun dan Fatimah binti Muhammad sebagai tuan putri para wanita surga.


Adapun yang mendahului masuk surga:
Setiap kaum pasti ada yang mendahului. Nabi kita, Muhammad SAW mendahului dari bangsa Arab. Salman paling pertama dari bangsa Fursi, Suhaib orang pertama atau mendahului dari bangsa Rum, Bilal orang yang pertama dari bangsa Habasyah.


Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa pada hari Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah), maka Allah akan memberikan pahala seperti pada sabarnya Nabi Ayyub AS ketika menghadapi cobaan. Barangsiapa yang berpuasa pada Hari Arofah (Tanggal 9 Dzulhijjah), maka Allah akan memberikan pahala seperti pahalanya Nabi Isa AS".


Nabi SAW bersabda:
"Bila datang hari Arofah, Allah akan melimpahkan Rahmat-Nya. Tiada hari pun yang terbanyak dibebaskan dari neraka kecuali hari ini. Dan pada hari ini semua kebutuhan dunia dan akherat akan dipenuhi oleh Allah. Puasa Arofah akan bisa menghapus dosa setahun masa lalu dan dosa setahun akan datang".


Hikmah dari semua itu hanya Allah yang tahu. Sesungguhnya hari Arofah ada diantara 2 hari raya. 2 hari raya yang dimaksud adalah atas gembiranya orang-orang mukmin yang terampuni dosa-dosanya. Dan hari Asyura' setelah 2 hari raya itu, dia bisa menghapus dosa setahun, dan sungguh hari itu untuk Nabi Musa AS. Dan hari Arofah adalah untuk Gusti Nabi kita Muhammad SAW yang penuh keramat untuk beliau SAW dan untuk umatnya.
»»  READMORE...

Saturday, March 17, 2012

Keutamaan Bulan Ramadhan


Allah SWT berfirman;
"Hai orang-orang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (QS.2 Al Baqarah:183)".


Hadits melalui Sa'id bin Jabir RA:
"Puasa orang-orang sebelum kita di mulai dari sepertiga malam pertama sampai malam berikutnya, seperti yang terjadi pada permulaan Islam".


Segolongan ulama berpendapat:
"Puasa merupakan kewajiban bagi umat Nasrani. Dan puasa tersebut sering terjadi pada musim panas atau musim dingin, dan puasa itu sangat memberatkan mereka disaat mencari penghidupan. Kemudian para pemimpin mereka sefakat untuk meletakkan puasa pada musim dalam setahun; yakni antara musim penghujan dan musim kemarau. Dan mereka meletakkan pada musim bunga, lalu ditambah 10 hari sebagai penutup amalan mereka. Bahkan ada raja yang mau menambah puasanya seminggu kalau sembuh dari sakitnya. Ia benar-benar sembuh, lantas ia menambah puasanya seminggu. Dan setelah raja meninggal, diganti raja yang lain dan ia berkata:
"Sempurnakan puasanya menjadi 50 hari".


Kemudian datang lagi bencana kematian menyerang ternak mereka. Si raja langsung berkata:
"Sempurnakan puasa kalian".
Mereka menambah 10 hari lagi. Ada yang berkata:
"Tiada 1 pun umat, kecuali mereka diwajibkan puasa ramadhan, namun mereka sesat melupakan diri akan ramadhan itu sendiri".


Kata Imam Baghawi dalam shahehnya:
"Sesungguhnya nama bulan Ramadhan berasal dari kata 'Romadho'a', artinya batu yang dipanaskan, sebab mereka sedang berpuasa pada saat panas sedang memuncak. Sejarahnya ketika orang Arab memberi nama-nama bulan bertepatan saat itu sangat panas sekali".
Ada yang berpendapat:
"Dikatakan demikian karena membakar dosa-dosa".


Beberapa hadits menerangkan keutamaan Ramadhan, diantaranya ada sabda Nabi SAW:
"Bilamana datang malam pertama bulan ramadhan, semua pintu surga dibuka dan tidak 1 pun yang tertutup sampai sebulan penuh. Dan Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk berseru:
"Wahai orang yang mencari kebaikan, kerjakanlah. Dan hai orang yang mencari kejahatan, bertahanlah".
Lalu dia berkata:
"Bila ada orang yang memohon ampun pasti diampuni, dan adakah orang yang meminta pasti dikabulkan, dan adakah orang yang bertobat pasti diterima tobatnya".
Para malaikat tidak henti-hentinya berkata begitu sampai fajar terbit.


Setiap malam hari raya Idul Fitri, Allah membebaskan 1 juga orang dari neraka, dimana sebelumnya berhak disiksa.


Salman Al Farisi RA berkata bahwa Nabi SAW ketika berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya'ban:
"Hai sekalian manusia, sungguh telah menaungi yakni bulan yang amat besar. Didalamnya ada malam lailatul qadar yang lebih utama daripada 1000 bulan. Allah menjadikan puasanya fardhu (wajib); barangsiapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan pada bulan itu, maka seperti mengerjakan 70 kewajiban pada kesempatan lain. Dia adalah bulan kesabaran, dan kesabaran pahalanya ialah surga. Dia adalah bulan pertolongan; ialah sebagai bulan penambah rizki bagi orang mukmin. Barangsiapa yang memberikan 'Buka' pada orang lain, ia sama dengan memerdekakan budak yang sudah diampuni dosa-dosanya".


Kami berkata:
"Ya Rasul, kami tidak punya apa-apa untuk memberikan 'buka' pada orang yang berpuasa".
Sabda beliau SAW:
"Allah memberikan pahala terhadap yang memberi buka kepada orang berpuasa sekalipun secicip susu, seteguk air atau sebutir kurma. Dan barangsiapa yang memberikan kekenyangan pada orang berpuasa, dia akan diampuni dosa-dosanya, dan kelak diberi minum dari telagaku yang sesudahnya tidak akan merasa haus selama-lamanya. Disamping itu mereka memperoleh pahala berpuasa tanpa sedikitpun kurang. Awal bulannya (10 hari pertama) penuh dengan Rahmat, pertengahannya penuh dengan ampunan dan 10 hari terakhir penuh pembebasan dari neraka. Dan bagi siapa saja yang memberi keringanan pada budak yang dimilikinya, maka Allah akan membebaskan dari neraka. maka dari itu pada bulan Ramadhan perbanyaklah 4 hal: 2 hal kamu membuat ridho Tuhanmu, dan 2 hal lagi adalah kamu selalu membutuhkannya. 2 hal akan keridhoan Tuhanmu ialah kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan kamu memohon ampun kepadaNya. Dan 2 hal yang kamu selalu membutuhkan ialah kamu minta surga kepada Tuhanmu dan berlindung kepadaNya dari neraka".


Hadits yang menerangkan keutamaan lagi, sabda beliau SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang diampuni".


Sabda Nabi SAW:
"Setiap amal anak cucu Adam adalah miliknya, kecuali puasa. Sungguh puasa itu adalah milik-KU dan AKU akan membalasnya. Bagimu sudah cukup sebuah ibadah yang disandarkan kepada Tuhan Sang Pencipta pada DzatNya".


Sabda Nabi SAW:
"Umatku diberi 5 hal yang belum pernah diberikan kepada umat lain:

  1. Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada minyak misik.
  2. Para malaikat memintakan ampunan sampai mereka berbuka.
  3. Syetan-syetan yang keterlaluan di belenggu.
  4. Setiap harinya Allah SWT menghias surga, dan
  5. Dia berfirman: 'hampir-hampir hamba-KU yang shaleh dijauhkan dari penderitaan dan kesusahan' dan mereka diampuni pada setiap akhir malam.
Ada yang bertanya:
"Ya Rasul, apakah yang tuan maksud adalah malam lailatul qadar".
Jawab Nabi SAW:
"Tidak. Namun --di bulan itu-- setiap orang beramal akan dipenuhi dengan pahala bilamana dia telah menyempurnakan pahalanya".
»»  READMORE...
script type="text/javascript"