• Selasa, 04 Agustus 2015

    Tempat Shalat Hari Raya (Kitab Shalat Bagian 44)

    Tempat Shalat Hari Raya (Kitab Shalat Bagian 44)

    TEMPAT SHALAT HARI RAYA

    Tempat yang lebih baik di tanah lapang kecuali kalau ada halangan seperti hujan atau sebagainya.
    Keterangan Amal Rasulullah SAW.

    Berkata 'Allamah Ibnu Al-Qaiyim: Biasanya Rasulullah SAW melakukan shalat dua hari raya (hari raya fithri dan haji) pada tempat yang dinamakan "Mushalla"
  • Penjelasan:
    Mushalla ialah Nama tempat di dekat pintu gerbang kota Madinah di sebelah timur kota, disana sekarang menjadi tempat perhentian kendaraan orang haji yang hendak ke Madinah.
  • dan tidak pernah beliau shalat hari raya di masjid hanya satu kali yaitu ketika mereka kehujanan. Apalagi kalau dipandang dari sudut keadaan shalat hari raya itu guna dijadikan syi'ar dan semarak agama.

    Setengah ulama berpendapat: Lebih baik di masjid karena masjid itu tempat yang mulia.

    Pada shalat hari raya tidak disyari'atkan (tidak disunnahkan) adzan dan tidak pula iqamah hanya disyari'atkan menyerukan:

    "Asshalata Jami'atan"
    "Marilah shalat berjama'ah".

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Jabir bin Samurah, katanya: Saya shalat hari raya bersama-sama dengan Rasulullah SAW, bukan sekali dua kali saja; beliau shalat dengan tidak adzan dan tidak iqamah. HR.Ahmad dan Muslim".

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Zuhri: Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah menyuruh tukang adzan pada hari raya supaya mengucapkan "Asshalata Jami'atan". Marilah shalat berjama'ah. HR.Syafi'i".
    »»  READMORE...

    Shalat Hari Raya (Kitab Shalat Bagian 43)

    Shalat Hari Raya (Kitab Shalat Bagian 43)

    SHALAT HARI RAYA

    Hari Raya di dalam Islam ada dua:

    a. Hari Raya lepas puasa (Hari Raya Idul Fitri), yaitu pada tiap-tiap tanggal satu bulan Syawal, tahun Hijriah.

    b. Hari Raya Haji (Idul Adha), yaitu pada tiap-tiap tanggal sepuluh bulan Zulhijjah, tahun Hijriah.

    Hukum shalat hari raya sunnah muakkad (sunnah yang lebih penting), karena Rasulullah SAW tetap shalat hari raya selama beliau hidup.

    Firman Allah SWT:
    "Sesungguhnya kami telah memberi engkau (ya Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berkurbanlah karena Tuhanmu (pada hari raya haji). QS.Al Kautsar:1-2".

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Ibnu 'Umar: Rasulullah SAW, Abu Bakar dan 'Umar pernah melakukan shalat dua hari raya sebelum berkhutbah. HR.Jama'ah".

    Mula-mula Rasulullah SAW shalat hari raya pada tahun kedua (tahun Hijriah). Shalat hari raya itu dua raka'at, waktunya sesudah terbit matahari sampai tergelincir matahari, rukun dan syaratnya, begitu juga sunnahnya sama dengan shalat yang lain, dan ditambah dengan beberapa sunnah yang lain seperti akan dijelaskan.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Ibnu 'Abbas: Sesungguhnya Nabi SAW shalat hari raya dua raka'at, beliau tidak shalat sebelum dan sesudahnya. HR.Bukhari dan Muslim".

    Semua orang dianjurkan untuk berkumpul dan shalat pada hari raya, baik orang yang tetap (muqim) maupun orang yang dalam perjalanan, baik laki-laki atau perempuan, besar atau kecil, sehingga perempuan yang berhalangan karena kotoran pun disuruh juga pergi berkumpul untuk mendengar khutbah, tetapi mereka tidak boleh shalat. Sungguh pun begitu, bila seseorang shalat sendirian sah juga.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Ummi 'Athiyah, katanya: Rasulullah SAW telah menyuruh kami pada hari raya fithri dan hari raya haji, supaya kami membawa gadis-gadis, perempuan yang sedang kotoran dan hamba perempuan ke tempat shalat hari raya. Adapun perempuan yang sedang kotoran mereka tidak mengerjakan shalat. HR.Bukhari dan Muslim".
    »»  READMORE...

    Shalat Sunnah (Kitab Shalat Bagian 42)

    Shalat Sunnah (Kitab Shalat Bagian 42)

    SHALAT SUNNAH

    Yang dimaksud dengan shalat sunnah, ialah semua shalat selain dari shalat fardhu / Shalat Wajib (shalat lima waktu).
    »»  READMORE...

    Zikir-Zikir / Bacaan Sesudah Shalat Fardhu (Kitab Shalat Bagian 41)

    Zikir-Zikir / Bacaan Sesudah Shalat Fardhu (Kitab Shalat Bagian 41)

    ZIKIR-ZIKIR (BACAAN) SESUDAH SHALAT FARDHU

    Sesudah selesai memberi salam dari tiap-tiap shalat fardhu disunnahkan membaca:

    "Astaghfirullah hal-azhim 3X"

    "Allahumma antassalam waminkassalam tabarakta Ja-dzaljalali wal-ikram".

    Artinya:
    "Saya minta ampun kepada Allah yang Maha Besar (3X). Ya Allah sejahterakanlah Engkaulah dan dari pada Engkaulah kesejahteraan, Engkaulah yang kuasa memberi berkah yang banyak. Oh Ya Tuhanku, yang mempunyai sifat kemegahan dan kemuliaan".

    Bacaan ini dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Menurut Riwayat Muslim.

    "Allahumma la-mani'a lima a'thaita wala mu'thia lima mana'ta wala-yanfa'u dzaljaddi minkal jaddu".

    Artinya:
    "Ya Tuhanku, tidak ada yang menghalangi akan sesuatu yang Engkau larang, tidaklah bermanfaat kekayaan kepada yang mempunyai kekayaan dan kebesaran kepada yang mempunyai kebesaran, hanya dari Engkaulah kekayaan dan kebesaran itu".
    HR.Bukhari dan Muslim".

    Dan:

    "Subhannallah 33X"

    "Al-hamdu lillah 33X"

    "Allahu akbar 33X"

    "La-ilaha illallah wahdahu la-syarika lahu, lahul-mulku wa lahulhamdu wahua'ala kulli syai-in qadir".

    Artinya:
    "Maha Suci Allah 33X"

    "Segala puji-pujian bagi Allah 33X"

    "Allah Maha Besar 33X"

    "Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiriNya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang mempunyai kekuasaan yang memerintahkan segala perintah, dan bagiNya segala puji-pujian dan Ia berkuasa atas segala sesuatu".
     HR.Muslim
    »»  READMORE...

    Uzur / Halangan Shalat Jum'at (Kitab Shalat Bagian 40)

    Uzur / Halangan Shalat Jum'at (Kitab Shalat Bagian 40)

    UZUR / HALANGAN SHALAT JUM'AT

    Yang dimaksud dengan halangan yaitu orang yang tertimpa salah satu dari halangan-halangan yang tersebut dibawah ini, ia tidak wajib shalat Jum'at.

    1. Karena sakit.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Jum'at itu hak yang wajib atas tiap-tiap orang Islam berjama'ah (berkaum-kaum), dikecualikan empat macam orang; 1.Hamba. 2.Perempuan. 3.Anak-anak. 4.Orang sakit. HR.Abu Daud dan Hakim".

    2. Karena Hujan.

    Apabila karena hujan itu orang mendapat kesukaran untuk pergi ke Jum'at.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Ibnu 'Abbas, katanya kepada tukang adzannya (bilalnya) pada hari penghujan: Apabila engkau berkata (dalam adzan), "saya menyaksikan bahwasanya Muhammad pesuruh Allah", sesudah itu janganlah engkau katakan "Marilah Shalat" malah katakan olehmu: "Shalatlah kamu di rumah kamu", Kata Ibnu 'Abbas pula: Seolah-olah orang banyak membantah yang demikian. Kemudian katanya pula: Adakah kamu heran akan hal ini? Sesungguhnya hal ini telah diperbuat oleh orang yang lebih dari saya yaitu Nabi SAW; Sesungguhnya Jum'at itu wajib, sedang saya tidak suka membiarkan kamu keluar berjalan di lumpur dan tempat yang licin". HR.Bukhari dan Muslim".

    Pada riwayat Muslim tersebut, bahwa Ibnu 'Abbas menyuruh tukang adzannya pada hari Jum'at di hari penghujan.

    Kata ulama: Diqiaskan dengan hujan ini, tiap-tiap kesukaran yang menyusahkan pergi ke tempat Jum'at.
    »»  READMORE...

    Sunnah Yang Bersangkutan Dengan Shalat Jum'at (Kitab Shalat Bagian 39)

    Sunnah Yang Bersangkutan Dengan Shalat Jum'at (Kitab Shalat Bagian 39)

    SUNNAH YANG BERSANGKUTAN DENGAN JUM'AT

    1. Disunnahkan mandi pada hari Jum'at bagi orang yang akan pergi ke Jum'at.

    2. Berhias dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya dan lebih baik kain yang berwarna putih.

    3. Memakai harum-haruman.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Barangsiapa mandi pada hari Jum'at memakai pakaian yang sebaik-baiknya dan memakai harum-haruman kalau ada, kemudian ia pergi ke Jum'at, dan disana ia tidak melangkahi kuduk manusia, kemudian ia shalat sunnah, kemudian ia diam ketika imam keluar sampai selesai shalatnya maka yang demikian itu akan menghapuskan dosanya antara Jum'at itu dan Jum'at yang sebelumnya. HR.Ibnu Hibban dan Hakim".

    4. Memotong kuku, menggunting kumis, dan menyisir rambut.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Rasulullah SAW memotong kuku dan menggunting kumisnya pada hari Jum'at sebelum beliau pergi shalat. HR.Baihaqi dan Thabrani".

    5. Bersegera pergi ke Jum'at dengan berjalan kaki.

    6. Hendaklah ia membaca Al-Qur'an atau zikir sebelum khutbah.

    7. Yang terlebih baik membaca surah Kahfi.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Barangsiapa membaca surah Kahfi pada hari Jum'at cahaya antara kedua Jum'at akan menyinarinya. HR.Hakim".

    8. Hendaklah kita memperbanyak do'a dan shalawat atas Nabi SAW pada hari Jum'at dan pada malamnya.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Hendaklah kamu perbanyak membaca shalawat atasku pada malam dan hari Jum'at, maka barangsiapa yang membacakan satu shalawat atasku, Allah akan memberinya sepuluh berkat. HR.Baihaqi".
    »»  READMORE...

    Adzan Shalat Jum'at (Kitab Shalat Bagian 38)

    Adzan Shalat Jum'at (Kitab Shalat Bagian 38)

    ADZAN SHALAT JUM'AT

    Menurut pendapat yang mu'tamad, sesungguhnya adzan Jum'at itu hanya sekali saja, yaitu sewaktu khatib sudah duduk diatas mimbar.

    Supaya menjadi perhatian kepada yang ingin menyelidiki sesuatu dengan jelas dan terang, maka disini akan saya salin sedikit keterangan dari Imam Syafi'i yang tersebut dalam kitab beliau "Al-Um". 

    Beliau berkata:
     "Seorang yang saya percayai telah mengabarkan kepada saya bahwa adzan Jum'at itu di masa Nabi SAW dan di masa Khalifah pertama dan kedua, dilakukan ketika imam sedang duduk di atas mimbar, maka setelah Khalifah yang ketiga ('Usman), ketika itu orang sudah bertambah banyak, maka disuruh mengadakan adzan sebelum imam duduk di mimbar, kemudian adzan yang asal dilakukan pula. Sejak waktu itu, terjadilah keadaan seperti yang ada sekarang (dua adzan). Berkata Syafi'i: Atha' telah membantah keterangan yang mengatakan Usman yang mengadakan adzan pertama itu, tetapi sebenarnya kata 'Atha yang mengadakan adzan yang seperti itu ialah Mu'awiyah. Kemudian Imam Syafi'i berkata pula: Yang manakah diantara keduanya yang lebih baik? Kataa beliau, pendapat saya, yang lebih baik ialah yang dikerjakan di masa Rasulullah SAW".

    Sampai disini sajalah keterangan yang saya salin dari Kitab "Al-Um", karangan Imam Syafi'i.
    »»  READMORE...

    Sunnah Yang Bersangkutan Dengan Khutbah (Kitab Shalat Bagian 37)

    Sunnah Yang Bersangkutan Dengan Khutbah (Kitab Shalat Bagian 37)

    SUNNAH YANG BERSANGKUTAN DENGAN KHUTBAH

    1. Hendaklah khutbah itu dilakukan di atas mimbar atau di tempat yang tinggi.
    Keterangan amal Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
    Mimbar tiga tangga, tempatnya di sebelah kanan pengimaman.

    2. Khutbah itu diucapkan dengan kalimat yang fasih, terang/jelas, mudah difaham, sederhana, tidak terlalu panjang dan tidak pula terlalu pendek.

    3. Khatib hendaklah tetap saja menghadap kepada orang banyak, jangan berputar-putar, karena yang demikian itu tidak disyari'atkan.

    4. Membaca surat Ikhlas sewaktu duduk di antara dua khutbah.

    5. Menertibkan tiga rukun, yaitu dimulai dengan puji-pujian, kemudian shalawat atas Nabi SAW, kemudian berwasiat (bernasehat). Selain itu tidak ada tertib.

    6. Si pendengar hendaklah diam serta memperhatikan khutbah.
    Banyak ulama mengatakan: Haram bercakap-cakap ketika mendengar khutbah.

    Sabda Rasulullah SAW:
    "Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW telah berkata: Apabila engkau katakan kepada temanmu pada hari Jum'at "diam" sewaktu imam berkhutbah, maka sesungguhnya telah binasalah Jum'atmu. HR.Bukhari dan Muslim".

    7. Khatib hendaklah memberi salam.

    8. Khatib hendaklah duduk diatas mimbar sesudah memberi salam dan sesudah duduk itulah "adzan" dilakukan.
    »»  READMORE...
    script type="text/javascript"