Tuesday, November 22, 2011

Kisah Nabi Adam AS



Setelah Allah menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya  yang bergemerlapan, menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para Rasul dan Nabi-Nya maka tibalah kehendak Allah untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi, memeliharanya, menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam didalamnya dan berkembang biak turun menurun, waris mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah SWT akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khawatir kalau-kalau kehendak menciptakan makhluk lain, disebabkan kecualian dan kelalaian mereka dalam beribadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah:
"Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan Nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedangkan makhluk yang akan Tuhan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu sama lain, akan saling bunuh membunuh, berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam didalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran diatas bumi yang Tuhan ciptakan itu".
Allah SWT berfirman untuk menghilangkan kekhawatiran itu:
"Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan aku sendirilah yang mengetahui hikmah pengetahuan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila aku telah menciptakannya dan meniupkan ruh kepadanya, maka bersujudlah kamu kepada makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah SWT melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya".
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah SWT dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan ditiupkanlah ruh ciptaan Tuhan kedalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Iblis Laknatullah Membangkang

Iblis laknatullah membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti malaikat yang lain, yang segera bersujud dihadapan Nabi Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh diatasnya serta yang terpendam didalamnya. Iblis laknatullah merasa dirinya lebih mulia,  lebih utama dan lebih agung dari Adam karena ia diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.
Allah SWT bertanya kepada iblis:
"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan Tangan-Ku?"
Iblis menjawab:
"Aku adalah lebih unggul dan lebih mulia dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari tanah".
Karena kesombongan, kecongkakan  dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum iblis dengan mengusir dari surga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Disamping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah SWT mengabulkan permohonannya dan ditangguhkanlah ia hingga hari kiamat., tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancamkan akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari surga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk membujuk mereka untuk meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal shaleh. Kemudian Allah SWT berfirman kepada Iblis:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahannam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hambaKu yang telah beriman kepada-Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah".

Pengetahuan Nabi Adam Tentang Nama-Nama Benda


Allah hendak menghilangkan anggapan rendah malaikat terhadap Nabi Adam dan meyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu dihadapan para malaikat seraya:
"Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika benar-benar kamu merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam".
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tantangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada didepan mereka. Mereka mengakui ketidak sanggupan mereka dengan berkata:
"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahaun tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajarkan kepada kami. Sesungguhlah Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana".
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka:
"Bukankah aku telah katakan padamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu ketahui dan apa yang kamu sembunyikan".

Nabi Adam Menghuni Surga


Nabi Adam diberi tempat oleh Allah di surga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang di sebelah kiri di waktu ia masih tidur sehingga ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada disampingnya lalu ia ditanya oleh malaikat:
"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada disampingmu itu?"
Berkatalah Adam:
"Seorang perempuan".
Sesuai fitrah yang diilhamkan oleh Allah kepadanya.
"Siapa namanya?" tanya malaikat lagi.
"Hawa", jawab Adam.
"Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?" tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:
"Untuk mendampingiku, memberi kebahagiaan bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah".
Allah berpesan kepada Adam:
"Tinggallah engkau bersama istrimu di surga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat didalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nafsumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada didalamnya. Akan tetapi aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang dzalim. Ketahuilah bahwa iblis itu adalah musuhmu dan musuh istrimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari surga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmati ini".


Iblis Mulai Beraksi

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah dari surga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgasana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di surga yang tentram, damai dan bahagia.
Ia menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengkekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka. Ia membisikkan kepada mereka bahwa larangan Allah kepada mereka memakan buah-buahan yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya pohon yang dilarang itu, indah bentuk buahnya dan lezat rasanya. Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dikerjakanlah larangan Allah.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud:
"Tidakkah aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya tidakkah telah aku ingatkan kamu bahwa syetan itu adalah musuhmu yang nyata".
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sadarlah ia bahwa mereka telah melanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka:
"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan iblis. Ampunilah dosa kami  karena niscaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihani kami".


Nabi Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi


Allah telah menerima tobat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan yang telah mereka lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Allah tentang iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun beracun itu.
Adam dan Hawa merasa tentram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Allah itu menjadi pelajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di surga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di surga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahwa ridho Allah serta rahmat-Nya akan tetap berlimpah diatas mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdirnya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikir oleh mereka. Allah yang telah menentukan dalam takdir-Nya bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan yang dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu. Berfirmanlah Allah kepada mereka:
"Turunlah kamu ke bumi sebagian dari pada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan".
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup yang baru yang jauh berlainan dengan hidup di surga yang pernah dialami dan yang akan tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup didunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya. Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa dimana yang mana satu menjadi musuh yang lain, saling bunuh membunuh, saling menganiaya dan menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus Nabi-Nabinya dan Rasul-Rasulnya memimpin hamba-hambanya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang diantara sesama manusia, jalan yang menuju kepada ridho-Nya dan kebahagiaan manusia didunia dan akherat.


Kisah Nabi Adam Dalam Al Quran


Al Quran menceritakan kisah Nabi Adam dalam beberapa surah diantaranya surah Al-Baqarah ayat 30 sampai ayat 38 dan surah Al-A'raaf ayat 11 sampai 25.


Pelajaran Yang Terdapat Dari Kisah Nabi Adam

Bahwasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadang kala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia dan bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana yang telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahwa Allah akan menciptakan manusia-keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain dari pada mereka yang sudah taat beribadah, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan Nama-Nya.
Bahwasanya manusia walaupun ia telah dikaruniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fisikal dan mental, ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikaruniakan kedudukan yang istimewa di surga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang iblis yang menjadi musuhnya dan musuh segala keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.
Bahwasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah asalkan ia sadar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali. Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dapat mencakupi segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik, walau sebesar apapun dosa itu asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan. Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah iblis yang turun dari singgasananya dilepaskan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari surga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat karena kesombongannya dan kebanggaannya dengan asal usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintah oleh Allah.

1 comment:

Silahkan Beri Komentar Pada Setiap Postingan Disini Karena Komentar Anda Sangat Berarti Demi Kepentingan Bersama dan Blog ini Tapi Alangkah Baik dan Indahnya Jika Berkomentar Dengan Adab dan Sopan Santun

"Please, Don't SPAM"

script type="text/javascript"