• Saturday, March 10, 2012

    Sifat Surga dan Derajat Penduduknya


    Ketahuilah bahwa daerah yang kamu mengerti tentang kesedihan dan kesusahan tidak lain adalah neraka. Sekarang kamu diberi pengertian perkampungan lain, maka lihatlah kenikmatan dan kegembiraannya. Dan siapa yang jauh dari 2 perkampungan ini tentu berada di perkampungan lain. Maka alangkah baiknya engkau punya rasa khawatir dan berfikir panjang akan penderitaan-penderitaan neraka Jahannam. Dan berfikirlah dalam-dalam tentang kenikmatan selama-lamanya dalam surga tanpa bersusah payah. Cambuklah nafasmu dengan cemeti kekhawatiran dan bimbinglah dia menuju harapan yang lurus. Dengan begitu engkau akan memperoleh Kerajaan Besar tanpa siksa yang pedih.


    Renungkan bahwa wajah-wajah mereka amat berseri penuh kenikmatan; diberi minum khamar murni, duduk-duduk diatas mimbar mutiara merah, dalam kemah-kemah yang terbuat mutiara putih dengan hamparan permadani hijau... (dst; dimana penjelasan kenikmatan surga, yang tidak akan mampu manusia membuat atau menandingi bahkan mensifati yang mendekati kebenaran. Kenikmatannya tidak terukur oleh akal dan tidak terasakan oleh hati, sebab akal dan hati tidak akan mampu menangkap kenikmatan surgawi. Penjelasan hanya harfiah akliah yang bersifat sementara pula, dimana gambaran itu akan mampu direalisasikan manusia pada periode abad-abad yang akan datang. Namun sejauh itu, sifat-sifat surga masih mampu diwakili dengan kata-kata sebagaimana tercantum, yang tidak lepas dari sikap tawadhu' atau sebagai perangsang untuk mengangkat greget iman seseorang. Dan semua itu terkumpul dalam makna Ridho dan Rahmat Allah semata melalui sabda-sabda Nabi SAW.


    Yakin bahwa penghuninya tidak akan mati dan kesusahan tidak akan menghantui penduduknya. Dan tidak mungkin ia senang dengan perkampungan dunia. Demi Allah! Andaikan dia tidak menanggung sesuatu, pasti dia akan lari meninggalkan dunia, sebab dunia selalu mengejarnya. Dia tidak akan mengutamakan sesuatu yang mudah patah, habis, dimana penderitaan merupakan keharusan.


    Hadits melalui Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda;
    Malaikat pemanggil memanggil:
    "Hai penghuni surga, sesungguhnya kalian akan selalu sehat dan tidak merasa sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kalian selalu muda dan tidak tua selama-lamanya. Dan sungguh kalian akan bersenang-senang dan tidak akan pernah susah selama-lamanya".
    Allah SWT berfirman:
    "Mereka diserukan (dengan suara); 'Inilah surga yang kamu terima sebagai pusaka, disebabkan apa yang telah kamu amalkan. (QS.7 Al A'raf:43)".


    Bila kamu ingin tahu tentang sifat-sifat surga, maka bacalah Al Quran, sebab tidak ada penjelasan lain kecuali penjelasan Allah. Bacalah firman Allah SWT surah Ar-Rahman dari ayat 46 sampai akhir (ayat 78). Juga bacalah surah Al-Waqi'ah (S.56) dan surah-surah lain. Bila engkau ingin tahu lebih terperinci mengenai sifat surga dari keterangan hadits-hadits, maka sekarang perhatikan perinciannya setelah kamu mengerti garis besarnya.


    Perincian pertama, (jumlah surga) sabda Nabi SAW menerangkan firman Allah SWT:
    "Buat orang yang takut akan berdiri menghadap Tuhannya, ada 2 surga, (QS.55:46)".
    Sabda beliau SAW:
    "2 buah surga dari perak, termasuk perabotnya dan semua yang ada didalamnya. 2 buah surga lagi dari emas, termasuk perabotnya dan semua yang ada didalamnya. Dan tiada diantara penghuni surga mampu melihat Tuhan-Nya, kecuali hanya Selendang Keagungan-Nya yang ada di surga Aden".


    Perhatikanlah pintu-pintu surga, dia amat banyak dan merupakan pokok-pokok ketaatannya, sebagaimana pintu-pintu mereka menurut kemaksiatannya. Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda:
    "Barangsiapa yang mendermakan sepasang harta dijalan Allah, maka dia dipanggil dari semua pintu shalat. Barangsiapa yang termasuk pemilik-pemilik puasa, akan dipanggil dari pintu puasa. Barangsiapa termasuk pemilik-pemilik sedekah, akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa termasuk pemilik-pemilik jihad, akan dipanggil juga dari pintu jihad".


    Kata Abu Bakar RA:
    "Demi Allah! Tiada seorangpun yang memperoleh kepastian dipanggil dari pintu mana. Adakah seseorang yang terpanggil dari semua pintu itu!".
    Sabda Nabi SAW:
    "Ya, ada. Dan aku berharap agar kamu termasuk diantara mereka".


    Dari Ashim bin Dlomroh RA dari Ali KW:
    Bahwa sesungguhnya dia pernah menerangkan tentang neraka dan dia amat meluaskan penjelasannya sampai aku tidak hafal. Lalu dia berkata:
    "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya akan dibawah ke surga dengan berombongan. (QS.Az Zumar:73)".
    Lantas anak-anak (meninggal masih kecil) menjemput mereka (para orang tuanya) berkerumun, laksana berkerumunnya anak manusia didunia mengitari kekasihnya yang baru datang dari jauh. Anak-anak tersebut berkata:
    "Bergembiralah, Allah menyediakan kemuliaan seperti ini".


    Ali RA berkata:
    "Salah seorang anak dari sekian anak-anak berangkat menuju sebagian istri-istri penghuni surga dari kalangan bidadari yang matanya tajam bersinar. Anak-anak tersebut berkata:
    "Si Fulan telah datang".
    Si Fulan dipanggil dengan nama saat masih didunia. Istri dan bidadari berkata:
    "Apa kamu sudah melihatnya".
    Kata si anak:
    "Aku sudah melihat dia dan dia ada dibelakangku".
    Hati amat lega dan bergembira sampai-sampai terduduk di bandul pintu.


    Penghuni surga sudah sampai di tempat tinggalnya, ia memandang ke dasar bangunan, disana ia melihat batu mutiara yang tembus dibawahnya ada bangunan gedung berwarna merah, hijau, kuning dan dari segala macam warna. Ia memandang keatas bagian atap, laksana seperti kilat, andaikan Allah tidak meletakkan Kekuasaan-Nya pasti sakit dan buta matanya. Ia pun menundukkan kepala dan istri-istri sudah ada disampingnya. Gelas-gelas diletakkan, guling tersusun rapi dan permadani yang dihamparkan. Ia pun duduk dan berkata:
    "Segala Puji bagi Allah yang telah menunjukkan ini (surga) kepada kami. Kami tidak akan memperoleh petunjuk kalau kami tidak ditunjukkan Allah. (QS.7:43).
    Malaikat memanggil:
    "Kamu akan hidup dan tidak akan mati selamanya, kamu akan berada disini menetap selamanya dan kamu akan sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya".


    Nabi SAW bersabda:
    "Pada hari kiamat aku akan datang di pintu surga, aku pun mengetuk pintu itu".
    Penjaga surga berkata:
    "Siapa".
    Aku menjawab:
    "Muhammad".
    Dia berkata:
    "Hanya karena engkau, aku diperintah untuk tidak membuka pintu untuk seorangpun sebelum kamu".


    Sekarang perhatikan mengenai tempat yang tinggi dan perbedaan derajat yang ada didalam, sebab di akherat amat besar perbedaan tingkat derajatnya. Ini terjadi bermula dari keadaan manusia dalam hal ketaatan secara lahir dan sikap akhlak secara batin pasti ada perbedaan, maka yang dibalaskan buat mereka pun berbeda derajatnya. Kalau kamu mencari derajat yang tinggi, maka usahakan jangan sampai ada yang mendahului dalam hal ketaatan kepada Allah SWT. Sebab perintah Allah sudah jelas; berlomba-lomba dan bermegah-megahlah dalam ketaatan. Allah SWT berfirman:
    "Dan cepat-cepatlah kamu terhadap ampunan Tuhanmu. (QS.3 Al Imran:133)".
    Firman-Nya:
    ",,,dan yang demikian itu sebaiknya berlomba-lomba bagi siapa yang mau berlomba-lomba. (QS.83 Al Muthaffifin:26)".


    Heran sekali, bila kawan atau tetanggamu maju mengalahkanmu dalam mencari uang atau memperbaiki bangunan, maka kamu merasa berat atau dadamu sempit dan hidupmu sulit lantaran iri. Padahal yang paling utama ialah kalau kamu berhasil menetap bertempat tinggal di surga. Dan kamu di dunia tidak akan selamat dari persaingan dunia yang mendahuluimu dalam hal kebajikan yang tidak bisa diukur dengan isi dunia.


    Dari Sa'id Al Khudri RA bahwa Nabi SAW bersabda:
    "Sesungguhnya penghuni surga akan melihat miliknya pada tempat yang tinggi diatas mereka, laksana kamu melihat bintang di ufuk barat dan timur dikarenakan perbedaan mereka".
    Mereka berkata:
    "Ya Rasul, derajat itu milik para Nabi yang tidak dicapai kecuali mereka".
    Nabi SAW bersabda;
    "Bisa dicapai (kenapa tidak, yakni bagi lelaki (wanita) yang beriman kepada Allah dan membenarkan Utusan-Nya".
    Nabi SAW bersabda:
    "Sesungguhnya pemilik-pemilik derajat yang tinggi melihat mereka, yakni orang yang dibawahnya, sebagaimana kamu melihat bintang yang muncul di beberapa belahan langit. Dan sungguh, Abu Bakar dan Umar RA ada diantara mereka serta diberi nikmat".


    Kata Jabir RA bahwa Nabi SAW bersabda:
    "Maukah kalian aku ceritakan mengenai tingkat derajat tinggi di surga".
    Kata Jabir RA, aku lalu berkata:
    "Ya Rasul, semoga Allah melimpahkan rahmat padamu, dengan bapak dan ibu kamu sebagai tebusanmu".
    Sabda Nabi SAW:
    "Sesungguhnya dalam surga ada tempat-tempat yang tinggi yang tercipta dari berbagai macam bahan. Semua bisa terlihat bagian luarnya, bagian dalamnya, bagian dalam tembus dari luar dan didalamnya ada berbagai macam kenikmatan, kelezatan dan kegembiraan yang sebelumnya tidak pernah terlihat, terdengar atau tersentuh dalam hati manusia".
    Kata Jabir RA, aku pun berkata:
    "Untuk siapakah tempat tinggal seperti ini".
    Sabda beliau SAW:
    "Umatku akan mampu menempati dan aku akan memberikan kabar buat kalian. barangsiapa yang bertemu saudaranya dan memberikan salam, maka dia telah mensyiarkan salam. Barangsiapa yang memberikan makan istri dan keluarganya sampai mereka kenyang, maka dia sungguh telah memberikan makan. Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan berpuasa 3 hari setiap bulan, maka dia benar-benar telah mengabadikan puasa. Dan barangsiapa yang telah shalat 'Isya akhir dan shalat shubuh berjama'ah, maka dia telah shalat pada malam hari disaat manusia sedang tidur".
    Maksud manusia tidur ialah dari golongan Yahudi dan Nasrani.


    Nabi SAW pernah ditanya mengenai firman Allah SWT:
    "Dan tempat-tempat tinggal yang indah di surga Aden. (QS.9;72)".
    Maka sabda Nabi SAW:
    "Ialah beberapa gedung dari mutiara Lu'lu'. Setiap gedungnya ada 70 rumah dari Yaqut merah. Setiap rumahnya ada 70 buah kamar dari Zamrud hijau, disetiap kamarnya ada tempat tidur dan setiap tempat tidur ada 70 hamparan dari berbagai warna. Dan setiap tempat tidur ada seorang istri bidadari yang bermata jeli. Setiap kamarnya ada 70 menu makanan dan setiap menunya ada 70 macam makanan. Tiap-tiap kamar juga ada 70 pelayan putri yang masih remaja; dan bagi setiap mukmin akan diberikan setiap pagi".
    Maksudnya diberi kekuatan untuk merasakan kenikmatan-kenikmatan itu.

    No comments:

    Post a Comment

    Silahkan Beri Komentar Pada Setiap Postingan Disini Karena Komentar Anda Sangat Berarti Demi Kepentingan Bersama dan Blog ini Tapi Alangkah Baik dan Indahnya Jika Berkomentar Dengan Adab dan Sopan Santun

    "Please, Don't SPAM"

    script type="text/javascript"